Alasan Keuangan
- Mencari nafkah.
- Menjadi kaya.
- Mencari pendapatan tambahan.
- Menyiapkan untuk pendidikan anak.
- Jaminan stabilitas keuangan.
Alasan Kebebasan Waktu
- Dapat melakukan lebih banyak hal-hal yang disenangi / hobi.
- Menikmati rekreasi / jalan-jalan ke berbagai macam tempat indah.
- Memiliki waktu yang cukup dan berkualitas untuk keluarga.
Alasan Sosial & Penghargaan
- Memperoleh gengsi/status.
- Untuk dapat dikenal, dihargai dan dihormati.
- Untuk menjadi panutan.
- Agar dapat bertemu dengan orang banyak.
Alasan Amal Membantu Orang Lain
- Memberi pekerjaan kepada masyarakat.
- Membantu anak yatim.
- Membahagiakan orang tua.
- Demi masa depan keluarga.
Alasan Aktualisasi Diri
- Menjadi atasan / mandiri.
- Untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
- Untuk menghindari ketergantungan pada orang lain.
- Untuk menjadi produktif dan untuk menggunakan kemampuan pribadi.
yang berkarakter smart
dan profesional,hampir dipastikan bakal menuai kesuksesan. Sedangkan
sekali saja kita terjerumus pada praktik bisnis hitam-apalagi kalau
dilakukan berkali-ka
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Ada 10 alasan,
sebaiknya kita mulai mencoba menjadi pengusaha mandiri.
Pertama, dengan menjadi pengusaha mandiri, kita akan bebas menentukan
nasib sendiri. Kalau kita ingin cepat sukses, ya perlu bekerja ekstra
keras. Kalau memilih lebih santai, juga bisa. Tergantung selera saja.
Kedua, tak terikat jam kerja. Barangkali, sebagai eksekutif
sebuahperusahaan besar yang berkantor di pusat bisnis Jakarta, kita
kerap jenuh dengan rutinitas kerja yang bersiklus nine to five. Apalagi,
itu harus dilakukan dengan kemacetan Jakarta yang amat menjengkelkan.
Dengan usaha mandiri, kita bisa mengatur sesuka hati jam kerja. kita
juga bisa mengambil cuti kapan pun.
Ketiga, ide yang menumpuk di kepala bisa langsung diimplementasikan
menjadi bisnis yang mungkin amat potensial. Ini, sulit dilakukan para
eksekutif. Walaupun kita bekerja di sebuah korporasi yang amat
besar,kita hanyalah "sebuah sekrup kecil dari sebuah mesin raksasa."
Keempat, persoalan modal. Ini memang kerap menjadi ganjalan bagi
seseorang untuk menjadi pengusaha muda. Padahal, untuk memulai tak
selamanya membutuhkan modal berupa uang dalam jumlah besar. Ingat modal
utama pengusaha muda adalah integritas, konsep bisnis, atau ide
cemerlang, ditambah jaringan perkawanan yang luas, yakinlah itu saja
sudah cukup. Dari sini, biasanya dukungan akan mengalir.
Ingat jangan cepat-cepat pinjam uang jika itu tidak sangat benar-benar
dibutuhkan.
Kelima, yang harus dipahami, perlu 'mental pengusaha', yaitu ketekunan
ekstra untuk menjadi pengusaha muda. Karena di awal usaha, biasanya
pasti muncul kendala-apa pun bentuknya. Jalani saja! Yakinlah, semua
persoalan akan tereliminasi dengan semakin berpengalamannya kita
menekuni bisnis tersebut. Kalau ada pepatah yang mengatakan 'tua-tua
keladi, makin tua makin menjadi', maka bagi kita, yang pas adalah 'makin
tua makin menghasilkan.'
Keenam, bagaimana kalau gagal? Itu memang resiko setiap usaha. Jika kita
berpikir gagal, kita pasti akan gagal! Jika kita berpikir Sukses, kita
pasti sukses! Potensi kegagalan bisa diminimalisasi, jika kita cermat
dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sebelum memulai
usaha.
Yang perlu diingat, rata-rata sebuah usaha mandiri baru bisa dilihat
hasil konkret setelah lima tahun. Walau, ada juga yang lebih cepat atau
lebih lama dari kalkulasi itu. Biasanya, setelah lima tahun usaha kita
akan mulai stabil. Dalam situasi itu, kita tinggal mengatur
akselerasinya - kapan harus direm, atau kapan musti dipercepat.
Ingat, hasil usaha haruslah wajar, selebihnya jika serakah akan menjadi
'gambling'. Ini yang sering kali menghancurkan kita.
Ketujuh, sebagai pengusaha muda yang mandiri, tentu saja kita tak perlu
takut dipecat. kita juga tak harus khawatir akan kehilangan jabatan,lalu
melakukan politik di kantor, setiap kali menjelang RUPS.
Kedelapan, sebagai pengusaha muda yang mandiri, kita akan selalu menjadi
'kepala' di perusahaan. Walau sekecil apa pun bisnis kita. Ini, tentu
lebih nikmat ketimbang menjadi 'ekor' -- seberapa pun besarnya --
diperusahaan milik orang lain.
Kesembilan, dengan memiliki sendiri sebuah usaha, kita tak akan pernah
menjadi pensiunan. Kecuali, kalau memang kita ingin menyerahkan semua
kepemilikan dan pengelolaan usaha yang kita rintis kepada orang lain.
Kesepuluh, kita bisa menikmati kebebasan finansial. Meski tak mesti
harus menjadi konglomet. Ingat, jangan ingin cepat kaya, karena pasti
akan terjungkal. Dan memang, sebaiknya kita jangan mengelola usaha
dengan terburu-buru. Pertahankan 'life style kita'. Hiduplah
sederhana,dengan kebebasan finansial, pasti terasa lebih nyaman.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Ada 10 alasan,
sebaiknya kita mulai mencoba menjadi pengusaha mandiri.
Pertama, dengan menjadi pengusaha mandiri, kita akan bebas menentukan
nasib sendiri. Kalau kita ingin cepat sukses, ya perlu bekerja ekstra
keras. Kalau memilih lebih santai, juga bisa. Tergantung selera saja.
Kedua, tak terikat jam kerja. Barangkali, sebagai eksekutif
sebuahperusahaan besar yang berkantor di pusat bisnis Jakarta, kita
kerap jenuh dengan rutinitas kerja yang bersiklus nine to five. Apalagi,
itu harus dilakukan dengan kemacetan Jakarta yang amat menjengkelkan.
Dengan usaha mandiri, kita bisa mengatur sesuka hati jam kerja. kita
juga bisa mengambil cuti kapan pun.
Ketiga, ide yang menumpuk di kepala bisa langsung diimplementasikan
menjadi bisnis yang mungkin amat potensial. Ini, sulit dilakukan para
eksekutif. Walaupun kita bekerja di sebuah korporasi yang amat
besar,kita hanyalah "sebuah sekrup kecil dari sebuah mesin raksasa."
Keempat, persoalan modal. Ini memang kerap menjadi ganjalan bagi
seseorang untuk menjadi pengusaha muda. Padahal, untuk memulai tak
selamanya membutuhkan modal berupa uang dalam jumlah besar. Ingat modal
utama pengusaha muda adalah integritas, konsep bisnis, atau ide
cemerlang, ditambah jaringan perkawanan yang luas, yakinlah itu saja
sudah cukup. Dari sini, biasanya dukungan akan mengalir.
Ingat jangan cepat-cepat pinjam uang jika itu tidak sangat benar-benar
dibutuhkan.
Kelima, yang harus dipahami, perlu 'mental pengusaha', yaitu ketekunan
ekstra untuk menjadi pengusaha muda. Karena di awal usaha, biasanya
pasti muncul kendala-apa pun bentuknya. Jalani saja! Yakinlah, semua
persoalan akan tereliminasi dengan semakin berpengalamannya kita
menekuni bisnis tersebut. Kalau ada pepatah yang mengatakan 'tua-tua
keladi, makin tua makin menjadi', maka bagi kita, yang pas adalah 'makin
tua makin menghasilkan.'
Keenam, bagaimana kalau gagal? Itu memang resiko setiap usaha. Jika kita
berpikir gagal, kita pasti akan gagal! Jika kita berpikir Sukses, kita
pasti sukses! Potensi kegagalan bisa diminimalisasi, jika kita cermat
dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sebelum memulai
usaha.
Yang perlu diingat, rata-rata sebuah usaha mandiri baru bisa dilihat
hasil konkret setelah lima tahun. Walau, ada juga yang lebih cepat atau
lebih lama dari kalkulasi itu. Biasanya, setelah lima tahun usaha kita
akan mulai stabil. Dalam situasi itu, kita tinggal mengatur
akselerasinya - kapan harus direm, atau kapan musti dipercepat.
Ingat, hasil usaha haruslah wajar, selebihnya jika serakah akan menjadi
'gambling'. Ini yang sering kali menghancurkan kita.
Ketujuh, sebagai pengusaha muda yang mandiri, tentu saja kita tak perlu
takut dipecat. kita juga tak harus khawatir akan kehilangan jabatan,lalu
melakukan politik di kantor, setiap kali menjelang RUPS.
Kedelapan, sebagai pengusaha muda yang mandiri, kita akan selalu menjadi
'kepala' di perusahaan. Walau sekecil apa pun bisnis kita. Ini, tentu
lebih nikmat ketimbang menjadi 'ekor' -- seberapa pun besarnya --
diperusahaan milik orang lain.
Kesembilan, dengan memiliki sendiri sebuah usaha, kita tak akan pernah
menjadi pensiunan. Kecuali, kalau memang kita ingin menyerahkan semua
kepemilikan dan pengelolaan usaha yang kita rintis kepada orang lain.
Kesepuluh, kita bisa menikmati kebebasan finansial. Meski tak mesti
harus menjadi konglomet. Ingat, jangan ingin cepat kaya, karena pasti
akan terjungkal. Dan memang, sebaiknya kita jangan mengelola usaha
dengan terburu-buru. Pertahankan 'life style kita'. Hiduplah
sederhana,dengan kebebasan finansial, pasti terasa lebih nyaman.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Ada 10 alasan,
sebaiknya kita mulai mencoba menjadi pengusaha mandiri.
Pertama, dengan menjadi pengusaha mandiri, kita akan bebas menentukan
nasib sendiri. Kalau kita ingin cepat sukses, ya perlu bekerja ekstra
keras. Kalau memilih lebih santai, juga bisa. Tergantung selera saja.
Kedua, tak terikat jam kerja. Barangkali, sebagai eksekutif
sebuahperusahaan besar yang berkantor di pusat bisnis Jakarta, kita
kerap jenuh dengan rutinitas kerja yang bersiklus nine to five. Apalagi,
itu harus dilakukan dengan kemacetan Jakarta yang amat menjengkelkan.
Dengan usaha mandiri, kita bisa mengatur sesuka hati jam kerja. kita
juga bisa mengambil cuti kapan pun.
Ketiga, ide yang menumpuk di kepala bisa langsung diimplementasikan
menjadi bisnis yang mungkin amat potensial. Ini, sulit dilakukan para
eksekutif. Walaupun kita bekerja di sebuah korporasi yang amat
besar,kita hanyalah "sebuah sekrup kecil dari sebuah mesin raksasa."
Keempat, persoalan modal. Ini memang kerap menjadi ganjalan bagi
seseorang untuk menjadi pengusaha muda. Padahal, untuk memulai tak
selamanya membutuhkan modal berupa uang dalam jumlah besar. Ingat modal
utama pengusaha muda adalah integritas, konsep bisnis, atau ide
cemerlang, ditambah jaringan perkawanan yang luas, yakinlah itu saja
sudah cukup. Dari sini, biasanya dukungan akan mengalir.
Ingat jangan cepat-cepat pinjam uang jika itu tidak sangat benar-benar
dibutuhkan.
Kelima, yang harus dipahami, perlu 'mental pengusaha', yaitu ketekunan
ekstra untuk menjadi pengusaha muda. Karena di awal usaha, biasanya
pasti muncul kendala-apa pun bentuknya. Jalani saja! Yakinlah, semua
persoalan akan tereliminasi dengan semakin berpengalamannya kita
menekuni bisnis tersebut. Kalau ada pepatah yang mengatakan 'tua-tua
keladi, makin tua makin menjadi', maka bagi kita, yang pas adalah 'makin
tua makin menghasilkan.'
Keenam, bagaimana kalau gagal? Itu memang resiko setiap usaha. Jika kita
berpikir gagal, kita pasti akan gagal! Jika kita berpikir Sukses, kita
pasti sukses! Potensi kegagalan bisa diminimalisasi, jika kita cermat
dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sebelum memulai
usaha.
Yang perlu diingat, rata-rata sebuah usaha mandiri baru bisa dilihat
hasil konkret setelah lima tahun. Walau, ada juga yang lebih cepat atau
lebih lama dari kalkulasi itu. Biasanya, setelah lima tahun usaha kita
akan mulai stabil. Dalam situasi itu, kita tinggal mengatur
akselerasinya - kapan harus direm, atau kapan musti dipercepat.
Ingat, hasil usaha haruslah wajar, selebihnya jika serakah akan menjadi
'gambling'. Ini yang sering kali menghancurkan kita.
Ketujuh, sebagai pengusaha muda yang mandiri, tentu saja kita tak perlu
takut dipecat. kita juga tak harus khawatir akan kehilangan jabatan,lalu
melakukan politik di kantor, setiap kali menjelang RUPS.
Kedelapan, sebagai pengusaha muda yang mandiri, kita akan selalu menjadi
'kepala' di perusahaan. Walau sekecil apa pun bisnis kita. Ini, tentu
lebih nikmat ketimbang menjadi 'ekor' -- seberapa pun besarnya --
diperusahaan milik orang lain.
Kesembilan, dengan memiliki sendiri sebuah usaha, kita tak akan pernah
menjadi pensiunan. Kecuali, kalau memang kita ingin menyerahkan semua
kepemilikan dan pengelolaan usaha yang kita rintis kepada orang lain.
Kesepuluh, kita bisa menikmati kebebasan finansial. Meski tak mesti
harus menjadi konglomet. Ingat, jangan ingin cepat kaya, karena pasti
akan terjungkal. Dan memang, sebaiknya kita jangan mengelola usaha
dengan terburu-buru. Pertahankan 'life style kita'. Hiduplah
sederhana,dengan kebebasan finansial, pasti terasa lebih nyaman.
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://bit.ly/fxzulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar